Berkesempatan hadir pada Talkshow bersama UBHI hari rabu tanggal 29 April 2026, Dr.Mamlukah, SKM,. M.Kes, Ketua Prodi Magister Kesehatan Masyarakat yang mengambil tema cukup panjang, yaitu optimalisasi terapi komplementer berbasis Evidence- Based Public Health untuk kesehatan ibu hamil, bersalan dan nifas di komunitas pedesaan.
Terapi komplementer adalah pendekatan kesehatan non-konvensional yang digunakan bersama terapi medis konvensional untuk mendukung kesejahteraan ibu. Wanita di daerah pedesaan sering menghadapi kesulitan dalam mendapatkan perawatan medis, sehingga terapi komplementer dapat menjadi alternatif yang berharga.Terapi komplementer dapat berfungsi sebagai upaya untuk mengurangi risiko komplikasi seperti anemia atau hipertensi selama kehamilan.
Jenis terapi komplementer ada 3 yaitu pengobatan herbal, praktik mindfulness dan terapi pijat. Sementara manfaat terapi komplimenter selama masa kehamilan adalah menstabilkan perubahan hormon, latihan meditasi meningkatkan kesadaran diri dan dukungan emosional, memberikan ketenangan serta mengurangirisiko depresi pada ibu hamil dan mengelola stres. (dian)